JAKARTA – Rencana Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih baru Timnas Italia menjadi sorotan tajam. Nama legenda sepak bola Italia tersebut sempat disebut sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan posisi pelatih yang kosong, namun peluangnya kini dipenuhi tanda tanya akibat kontroversi kerja sama komersial dengan perusahaan taruhan asal Rusia.
Andrea Pirlo sebelumnya dikabarkan menjadi pilihan utama direktur teknik Paolo Maldini setelah sejumlah nama besar seperti Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti menolak tawaran menangani Gli Azzurri. Rekam jejak Pirlo sebagai mantan pemain dan pelatih dinilai memenuhi kriteria untuk membangun kembali kekuatan sepak bola Italia.
Kerja Sama Andrea Pirlo dengan Perusahaan Taruhan Jadi Sorotan
Kontroversi muncul setelah publik menyoroti hubungan profesional Andrea Pirlo dengan Fonbet, perusahaan taruhan yang berbasis di Rusia. Pirlo diketahui menjadi duta global perusahaan tersebut dan sempat menghadiri agenda promosi di Moskow beberapa bulan lalu.
Situasi ini memicu kritik dari berbagai pihak. Sejumlah kalangan menilai kerja sama tersebut memiliki implikasi politik karena berlangsung di tengah konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina. Polemik pun berkembang hingga memengaruhi peluang Pirlo menjadi pelatih Timnas Italia.
Andrea Pirlo Berikan Klarifikasi Resmi
Menanggapi berbagai tudingan yang beredar, Andrea Pirlo akhirnya menyampaikan pernyataan resmi. Ia mengaku kecewa karena kerja sama profesional yang dijalaninya telah ditafsirkan sebagai bentuk dukungan terhadap agenda politik tertentu.
Menurut Pirlo, seluruh kontrak yang ia jalankan selama berkarier selalu mengikuti aturan hukum negara tempat dirinya bekerja. Ia juga menegaskan bahwa kerja sama dengan perusahaan tersebut murni bersifat komersial dan berkaitan dengan aktivitas olahraga, tanpa unsur politik.
Pirlo menilai tuduhan yang diarahkan kepadanya telah melampaui batas karena mengaitkan dirinya dengan pandangan yang tidak pernah ia sampaikan.
Paolo Maldini Tetap Percaya kepada Pirlo
Dalam pernyataannya, Andrea Pirlo turut menyampaikan apresiasi kepada Paolo Maldini dan jajaran teknis FIGC atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Ia menyebut Maldini sebagai sosok profesional yang memiliki dedikasi tinggi terhadap sepak bola Italia. Pirlo juga menyayangkan proses pemilihan pelatih nasional berubah menjadi perdebatan publik yang merusak citranya.
Legenda yang ikut membawa Italia menjuarai Piala Dunia 2006 itu menegaskan bahwa kecintaannya kepada negaranya tidak pernah dipengaruhi oleh pekerjaan ataupun kerja sama profesional yang dijalaninya.
FIGC Menghadapi Situasi Sulit
Di tengah polemik yang berkembang, peluang Andrea Pirlo menjadi pelatih Timnas Italia disebut mulai menurun. Meski belum ada keputusan resmi dari FIGC, berbagai laporan menyebut proses penunjukan kini berjalan lebih rumit.
Posisi pelatih Timnas Italia sendiri kosong setelah Gennaro Gattuso mengundurkan diri menyusul kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026. Kondisi tersebut membuat FIGC harus segera menentukan pengganti agar persiapan menghadapi UEFA Nations League tidak terganggu.
Laporan yang beredar juga menyebut Paolo Maldini berpotensi mempertimbangkan masa depannya apabila kandidat pilihannya gagal ditunjuk sebagai pelatih.
Italia Segera Tentukan Pelatih Baru
FIGC diperkirakan akan mengumumkan pelatih baru dalam waktu dekat. Siapa pun yang dipercaya memimpin Gli Azzurri akan langsung menghadapi jadwal padat UEFA Nations League dengan laga melawan Belgia, Turki, dan Prancis.
Keputusan tersebut menjadi sangat penting karena akan menentukan arah pembangunan kembali Timnas Italia setelah mengalami salah satu periode paling sulit dalam sejarah sepak bola mereka.























